Mengapa Harus KMD? : Pembina pramuka berijazah KMD banyak dibutuhkan

20 Juni 2019

Dengan adanya peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan yang mewajibkan ekstrakurikuler pramuka akan berdampak menambah kebutuhan Pembina pramuka di lingkup pendidikan dasar dan menengah. Ini membuktikan bahwa pendidik (guru) yang dibutuhkan oleh penyelenggara pendidikan khususnya swasta adalah pendidik (guru) yang tidak hanya mampu mengajar dengan bebekal ijazah sarjana pendidikan saja, namun juga harus ditambah dengan kemampuan / sertifikasi yang lain.

Pengalaman kami berdiskusi dan sharing tentang dunia pendidikan dengan guru guru muda, freshgraduate yang memiliki sertifikasi pendamping ijazah seperti ijazah KMD lebih mudah dan lebih banyak diminati oleh penyelenggara pendidikan. Artinya, persaingan menjadi pendidik (guru) di era sekarang lebih menuntuk seorang calon pendidik untuk memiliki kemampuan tambahan selain kualifikasinya sebagai pendidik yang dibuktikan dengan ijazah sarjana.

Kembali Kepada pokok Pembina pramuka yang memiliki telah melaksanakan KMD. Kita perlu ingat bahwa dalam menekuni dunia pendidikan kita memerlukan bekal yang cukup. Apabila kita menekuni dunia kepramukaan baik sebagai Pembina maupun pembantu Pembina, idealnya kita perlu tau dulu dasar dasar dan ilmu tentang pembinaan peserta didik pramuka baik di golongan siaga, penggalang maupun penegak. Adanya pencapaian kursus mahir Pembina pramuka tingkat dasar ini tidak lain adalah untuk mendaptkan bekal dasar dalam membina dan untuk mendapatkan pengakuan sebagai Pembina Pramuka yang mahir di tingkat dasar.

 Sebenarnya, tidak menutup kemungkinan untuk seorang Pembina pramuka melanjutkan jenjang pendidikannya setelah menempuh KMD yaitu ke jenjang KML (Kursus Mahir Lanjutan). Seorang Pembina yang telah menempuh pendidikan KML, idealnya lebih diminati untuk diberdayakan sebagai Pembina Pramuka. Nah sekarang saingan di dunia pekerjaan semakin kompetitif. Namun tenang, Pembina pramuka yang notabenya masih muda di area kota dan kabupaten Pekalongan untuk sekarang masih sedikit, sehingga cukuplah seorang pendidik memiliki ijazah KMD sebagai ijazah pendamping ijazah sarjana saat melamar pekerjaan

Di waktu sekarang sepertinya bekal ijazah sarjana pendidikan saja masih dirasa belum meningkatkan kemungkinan kita untuk diterima dalam bekrja sebagi guru. Kita harus mampu memanfaatkan momentum. Disahkannya Permendikbud No 63 tahun 2014 dan diberlakukannya kurikulum 2013 dalam sekolah dasar dan menengah, menjadi peluang yang besar untuk para calon guru untuk memanfaatkan momentum serta meningkatkan peluang diterima kerja sebagai guru dengan memanfaatkan kualifikasi Pembina Pramuka (KMD)

Penyelenggara pendidikan berbondong bonding mencari calon guru yang tidak hanya dapat mengajar dikelas sesuai dengan ilmu yang didalami, namun juga membutuhkan guru yang “plus plus”. Plus plus yang dimaksudkan disini adalah kemampuan lebih dari seorang calon guru dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.

Ingat, guru yang menjadi “demand” adalah guru yang memiliki kemampuan lebih dari sekedar mengajar mata pelajaran dikelas. Dalam ilmu ekonomi, sesuatu yang banyak diminati akan lebih mudah terjual daripada yang tidak diminati. Maka jadilah calon guru yang memiliki kualifikasi tambahan selain sebagai pendidik. Diberlakukannya kurikulum 2013 dan permendibud no 63 tahun 2014 bukanlah tanpa alasan. Maka pandai pandailah memanfaatkan momentum dan melihat peluang didalam dunia pendidikan.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree