Mengapa Harus KMD? : Mudah diterima kerja sebagai pendidik

20 Juni 2019

Eksistensi kepramukaan di Indonesia secara perundang undangan dapat dikatakan sangat kuat sekali. Hal ini dapat dilihat dari dasra penyelenggaraan Gerakan Pramuka yaitu UU No 12 tahun 2010. Sedikit kita mengingat ingat mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan saat kita disekolah menengah tentang Tata Urutan Perundang Undangan yang secara lebih detail dapat dilihat dalam UU no 12 tahun 2011 bahwa UU / Perpu (Undang Undang / Peratutan Pengganti Undang Undang) menempati urutan ketiga dalam Tata Urutan Perundang Undangan di Indonesia bibawah ketetapan MPR. UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka adalah sebuah dasar yang sangat kuat yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa Pramuka di Indonesia mendapatkan tempat yang tinggi dan memiliki aturan penyelenggaraan yang tinggi pula.

Organisasi Kepramukaan adalah organisasi level Nsional bahkan Internasional karena Pramuka tercatat sebagai anggota Organisasi Kepanduan dunia (WOSM). Dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia ini bukan tanpa alasan mengingat Pramuka telah membuktikan bahwa pramuka sebagai Wadah pembinaan Karakter kaum muda terbaik. Dilihat dari jumlahnya, Pramuka Indonesia adalah organisasi kepanduan yang memili anggota terbesar di dunia. Dari jumlah 109 juta anak muda usia pramuka, 21,8 juta diantaranya adalah anak pramuka. Rasionya 1:5, artinya satu dari lima anak muda Indonesia adalah anggota pramuka.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa momentum naik daunnya Organisasi Pramuka di Indonesia hendaknya dapat dimanfaatkan oleh calon guru dalam menata karirnya sebagai guru dimasa depan. Diberlakukannya Permendikbud No 63 tahun 2014 dan Kurikulum 2013 yang mewajibkan setiap peserta didik untuk menempuh pendidikan kepramukaan, membuka kesempatan calon guru untuk meningkatkan kesempatan diterima kerja disekolah yang mereka inginkan.

Ada sebuah pengalaman menarik dari beberapa guru saat melamar pekerjaan di sekolah tempat ia mengajar sekarang. Seorang guru bahkan mengatakan kepada kami bahwa ia tidak mungkin bisa diterima bekerja sebagai guru jika tidak menggunakan ijazah KMD yang ia miliki saat melamar sebagai guru sebagai pendamping ijazah sarjananya. Dan kebetulan memang sekolah tersebut masih membutuhkan guru dengan kemampuan membina peserta didik kepramukaan yang mumpuni.

Hal ini terjadi tidak sekali dua kali, namun sering sekali kami temukan cerita yang sama saat sharing pengalaman dengan para Pembina pramuka yang notabennya masih muda. Kita perlu ingat sekali lagi bahwa pendidik yang dicari oleh penyelenggar pendidikan saat ini adalah pendidik yang multi talenta. Maka sekali lagi manfaatkan momentum yang ada dan jangan menutup mata dari kompetisi dunia pendidikan. Atau anda akan tertinggal jauh.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree