Sejarah Gerakan Pramuka IAIN Pekalongan

08 April 2021

Gerakan Pramuka IAIN Pekalongan pada awalnya hanya terdiri dari satu satuan yaitu Racana, Racana Kusuma Bangsa - Dewi Kusuma Bangsa pada sisi historis, saat ini tidak banyak diketahui oleh para anggota Racana sendiri. Hal ini dikarenakan tidak adanya dokumen-dokumen secara lengkap yang bisa dijadikan sebagai media transformasi pengetahuan berkaitan dengan sejarah berdirinya Racana yang berpangkalan di IAIN Pekalongan. Namun demikian, di usianya yang tergolong belum terlalu dewasa ini, informasi-informasi yang berkenaan dengan hal tersebut dapat diperoleh dari para alumni Racana yang ketika itu mempunyai kesempatan menyaksikan momen-momen penting dalam perjalanan organisasi Racana di IAIN Pekalongan. Selain itu beberapa informasi juga kita dapatkan dari Majalah Otodidak yang diterbitkan pada tahun 2002.

            Racana Kusuma Bangsa – Dewi Kusuma Bangsa pada awalnya bernama Racana Syeh Maulana Maghribi. Ketika itu masih Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang di Pekalongan. Pada tahun 1997 Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang di Pekalongan berubah menjadi STAIN Pekalongan yang kemudian pada waktu itu Racana mengalami kefakuman. Pada tahun kedua setelah pergantian nama tersebut, Racana dihidupkan kembali dengan nama Racana Kusuma Bangsa. Racana IAIN Pekalongan berdiri pada tanggal 12 November 1998, bertepatan dengan dilantiknya Dewan Racana periode pertama dengan ketua Kak Khifdiyati. Sistem satuan yang berjalan masa itu adalah satuan terpadu, di mana struktur kepengurusan Dewan Racana menjadi satu antara putra dan putri.

            Dalam perkembangannya, Racana lambat-laun mengalami beberapa perubahan yang menunjukkan peningkatan. Pada bulan April tahun 2001, tepatnya dalam MUSDEGA II, Racana IAIN Pekalongan resmi menjadi satuan terpisah dengan nama Racana Kusuma Bangsa untuk putra, dan Racana Dewi Kusuma Bangsa untuk putri. Pada perkembangan berikutnya, kebutuhan para anggota Racana akan inovasi-inofasi yang kreatif sebagai media pengembangan bakat, maka muncullah ide pembentukan badan yang bersifat semi otonom di bawah Racana. Oleh karena itu dibentuklah Badan Semi Otonom (BSO) yang terdiri dari BSO Pramuka Pecinta Alam (PRAPALA), BSO Komando Pasukan Khusus Pramuka (KOPASSKA), serta BSO Otodidak yang bergerak di bidang kejurnalistikan.

            Badan Semi Otonom (BSO) pada awal terbentuknya cenderung masih ditangani oleh Dewan Racana secara langsung, karena belum ada mekanisme yang sistematis. Hal ini bisa kita lihat dalam rekruitmen anggota atau job formation masing-masing BSO masih ditempatkan oleh Dewan Racana sesuai dengan asas kebutuhan (need asasment) BSO saat itu. Namun pasca tahun 2002 masing-masing BSO sudah dapat melaksanakan mekanisme organisasinya sendiri di bawah pengawasan dan koordinasi Wakil Ketua Dewan Racana. Perubahan salah satu Pasal dalam Mekanisme Organisasi Racana (MOR) berkaitan dengan susunan Pengurus Dewan Racana, yang menghapus Wakil Ketua Dewan Racana dalam MUSDEGA V tahun 2004, BSO sejak saat itu bertanggung jawab langsung kepada Ketua Dewan Racana.

            Berdasarkan MUSDEGA XV dan rekomendasi Ka. Mabi. Har Gudep IAIN Pekalongan dan Pembina Gudep 04.137 - 04.138 maka pakaian adat diperbaharui menjadi pakaian adat kombinasi antara pakaian adat Pekalongan dan unsur pakaian adat Racana sebelumnya. Dengan warna dasar hitam menjadi ciri khas pakaian asli orang Pekalongan yang sejarahnya mayoritas nelayan. Perubahan tersebut tidaklah hanya sekedar merubah, akan tetapi dengan melalui pertimbangan alumni, pembina, dan peran serta dinas pariwisata dan dinas seni budaya kota Pekalongan.

            Demikian perjalanan Racana Kusuma Bangsa – Dewi Kusuma Bangsa IAIN Pekalongan dari tahun ke tahun, bersama dengan pasang dan surutnya kejayaan. Namun demikian, sejarah perjuangan para penyangga kepanduan Indonesia yang mengabdikan dirinya kepada Racana Kusuma Bangsa – Dewi Kusuma Bangsa, benar-benar senantiasa membawa perubahan yang gemilang melalui prestasi yang terukir dalam membina diri dan membina satuan. Di samping itu, satu hal yang paling berharga adalah peran dan fungsi Pramuka Pandega dalam mengabdikan dirinya untuk membangun masyarakat.

 

 

Kemudian seiring berjalannya waktu Gerakan Pramuka membentuk Satuan Ambalan, Ambalan Kusuma Bangsa - Dewi Kusuma Bangsa pada sisi historis, awal mula dibentuknya Ambalan ini dilatar belakangi karena diawali dari kebingungan anggota yang terlalu banyak menyebabkan kekurangan wadah untuk anggota yang tidak masuk ke Dewan Racana dan juga Korps Instruktur Racana, sehingga anggota yang tidak terpilih banyak yang melepaskan diri dari Racana. Dari hal tersebut memunculkan keresahan-keresahan dari anggota racana, selain faktor itu juga terdapat keresahan mengenai umur dalam golongan Racana dan ada keinginan untuk berkembang hingga akhirnya memutuskan untuk membuat Ambalan sebagai wadah golongan Penegak. Racana Kusuma Bangsa - Dewi Kusuma Bangsa berinisiatif melakukan kegiatan studi banding ke Gerakan Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 15-17 Maret 2019.

Setelah kegiatan studi banding, tepatnya pada hari Sabtu, 11 Mei 2019 dilaksanakan Follow Up 1 yang bertempat di gedung G ruang G8, Kampus 1 IAIN Pekalongan dengan unsur yang hadir adalah hanya dewan Racana. Melanjutkan dari hasil kegiatan studi banding ke Gerakan Pramuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Follow Up 2 dilaksanakan pada hari Ahad, 16 Juni 2019. Bertempat di gedung H lantai 3, Kampus 1  IAIN Pekalongan yang dilaksanakan bersama seluruh anggota Racana. Dalam Follow Up 2 menghasilkan beberapa hal yang dapat diterapkan, diantaranya: 1) Jenjang Pendidikan dan Pelatihan, 2) Jenjang Pengkaderan, 3) Pembentukan Ambalan Racana. Follow Up 3 dilaksanakan secara khusus yakni antara dewan kehormatan dengan pembina. Hasilnya sama seperti pada Follow Up 2, hanya yang membedakan peserta dalam kegiatan Follow Up.

Pada tanggal 30 November - 1 Desember 2019 dilaksanakan kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD) yang bertempat di Kampus 2 IAIN Pekalongan tepatnya di ruang meeting gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam lantai 3, dan dilanjutkan pada tanggal 11-13 Desember 2019 bersamaan dengan Musyawarah Besar (MUBES). Tepat di tanggal 12 Desember 2019 ditetapkannya pembetukan Ambalan Kusuma Bangsa - Dewi Kusuma Bangsa.

Demikian sejarah awal mula dibentuknya Ambalan Kusuma Bangsa - Dewi Kusuma Bangsa IAIN Pekalongan, Semoga dengan dibentuknya Ambalan Kusuma Bangsa-Dewi Kusuma Bangsa dapat menjadikan wadah bagi anggota penegak dan mampu mengembangkan anggota penegak secara softskill maupun lifeskill, sehingga mampu berkompetisi di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka IAIN Pekalongan. Serta  dapat menarik minat mahasiswa IAIN Pekalongan untuk bergabung dalam Gerakan Pramuka IAIN Pekalongan.

 

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree